Sabtu, 13 Februari 2016

Pentateukh

1. Apa itu Pentateukh? 
a. Etimologi: kata ini berasal dari kata bahasa Yunani “he pentateukh”. Pente artinya lima dan teukhos artinya tabung. Awalnya kata ini menunjukkan pada nama tabung yang digunakan untuk menyimpan kelima gulungan kitab tersebut. Kemudian nama yang menunjukan tempat (tabung) tersebut digunakan untuk menamakan isi dari dalam tabung itu. Sehingga artinya menjadi “lima kitab”. b. Tradisi Yahudi kelima kitab dalam PL disebut : 1) Torah (hatorah) artinya hukum (Neh 8:2) 2) “kitab taurat” (sepher torah), Yos 1:8 3) “kitab hukum Musa”, sepher torah Mosye (Yos 8:31) 4) “kitab Musa” (sepher Mosye) Ezr 6:18 5) Kemudian hari orang-orang Yahudi menyebutnya dengan istilah “Torah” (hatorah) c. Bukti pertama yang berbicara tentang keberadaan pentateukh Kata pembukaan dari Yesus bin Sirakh d. Dalam PB Dalam PB dinamakan : Ho nomos, yang berarti hukum/aturan (Luk 10:26) Ho nomos Mouseos yang berarti Hukum Musa (Luk 2:22) Dalam kebudayaan berbahasa Yunani disebut “kitab berjilid lima” (he pentateukhos biblos). Dalam bahasa Latin, dinamakan dengan “Pentateuchus Liber” (Kitab Pentateukh). Sampai sekarang kata ini digunakan “Pentateukh”. 2. Nama kelima kitab yang termasuk dalam pentateukh Ibrani Septuaginta Vulgata Bereshit (pada mulanya) Genesis Liber genesis Shemot Eksodos Liber exodus Wayiqra Levitikon Liber leviticus Bemidbar (di padang gurun) Arithmoi Liber numeri Hadebarim (perkataan-perkataan Musa) deuteronomion Liber deuteronomium Penamaan kitab dalam bahasa Ibrani berdasarkan pada awal kalimat atau kata dalam frase yang tertulis dalam kitab tersebut. Sedangkan terjemahan septuaginta dan vulgata berdasarkan pada isi dari kitab-kita itu. Misalnya untuk Wayiqra isinya mengenai aturan-aturan yang harus ditaati para imam orang Yahudi. Arithmoi dan Liber numeri mengenai sensus dari orang-orang Yahudi, dan kitab terakhir berarti hukum yang diulang. 3. Pentateukh: satu atau dua? Artinya hukum atau cerita 3.1. Kesatuan Pentateukh a. Kesatuan alur cerita Kejadian dimulai dengan penciptaan kemudian sejarah leluhur israel dan bangsa-bangsa sekitar kemudian bapa-bapa bangsa dan akhir dengan Israel mengungsi ke Mesir. Keluaran dimulai dengan bangsa Israel yang berdiam di Mesir dan berkembang biak, lalu penindasan di Mesir kemudian eksodus menuju Sinai, perjanjian Sinai dan diakhiri dengan pemberian hukum. Imamat memuat tentang hukum-hukum. Bilangan (Bil 10:11 – 13:55, meneruskan perjalanan Ulangan yang diawali dengan Israel yang tiba didataran tinggi Moab (Ul 1:1). b. Tokoh utama adalah Musa Catatan : bagaimana dengan KEJADIAN? Di dalamnya tidak ada cerita tentang Musa! Kejadian adalah pendahuluan, latar yang besar untuk menampilkan Musa. c. Puisi dan epilog John Sailhamer : pentateukh diikat oleh puisi dan epilog “Akhir cerita tentang para leluhur israel ada berkat berbentuk puisi oleh Yakub (Kej 49) dan diakhiri dengan suatu epilog (Kej 50). “Cerita tentang keluarnya umat Israel dari Mesir ditutup juga dengan nyanyian Musa (Kel 15), sedangkan penggambaran di padang gurun diikuti oleh nubuat Bileam yang berbentuk puisi (Bil 23 – 24). Pada akhirnya pentateukh kita menemukan dua bagian puisi yang berisi nyanyian Musa dan ucapan berkat Musa kepada kedua belas suku Israel (Ul 32 – 33) serta diikuti oleh epilog. Masing-masing kitab dalam pentateukh diandaikan seperti tiang-tiang seperti puisi dan epilog. Kitab Imamat tidak diuraikan sebagai salah satu tiang yang berisi tentang puisi dan epilog melainkan bagian dari kitab Keluaran. d. Kesatuan tata bahasa Dalam bahasa Ibrani (bahasa dalam Pentateukh) kata ganti orang ketiga tunggal “ia” untuk maskulin (laki-laki) dan feminin (perempuan) masing-masing yakni “hu” (dia laki-laki) dan “hi” (dia perempuan”. Nah uniknya dalam keseluruhan pentateukh hanya memakai kata ganti maskulin (Kej 3:6 “Sedap kelihatan pada matanya”= “hu”). 3.2. Perbedaan : Cerita atau hukum a. Torah = petunjuk hukum Imamat: torah adalah petunjuk peribadatan Ulangan : torah memiliki cakupan yang sangat luas: 1. Hukum pada umumnya 2. Pengajaran Allah kepada umatNya tentang sejarah 3. Jawaban atas hukum dan pengajaran Allah Jadi torah menunjukan adanya hubungan antara inisiatif Allah untuk keselamatan umat manusia dan jawaban manusia atas inisiatif Allah tersebut. b. Martin Noth dan Julius Wellhausen Noth: torah adalah corpus naratif yang disisipi hukum Wellhausen: torah adalah corpus yuridik yang disisipi cerita Contohnya: Bil 16 dan Bil 18 Bil 16 : cerita sebagai hukum dalam 18 (pembacaan kembali) Bil 18: hukum yang diceritakan dalam 16 Cerita adalah pemakluman perbuatan-perbuatan Allah atau inisiatif Allah Hukum adalah apa yang mengikat israel dan sarana untuk menjawab inisiatif dan anugerah Allah. Pendekatan Holistik karena tidak hanya menunjuk pada hukum tapi ada beberapa unsur, termasuk cerita. Ctt: dalam Pentateukh kalau dikatakan ada “dua” hal (hukum dan cerita) bisa dikatakan benar dan pula kalau dikatakan “satu” (hanya hukum atau cerita) hal itu juga benar. Karena dalam cerita terkandung hukum dan dalam hukum terkandung juga cerita. 4. Hexateukh, Tetrateukh, Enneateukh 4.1. Hexateukh Pengertian: heks = enam (bhs.Ibrani) dan teukhos = Kitab. Jadi berarti enam Kitab yakni Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan dan Yosua. Dalam pandangan ini Yosua harus disatukan dengan lima kitab pertama. Argumen Pendukung: a. Teori Bernard Von Red Enam Kitab tersebut memiliki kesatuan struktural yang diikat oleh pengakuan iman yang bersifat historis: Kej. 46:1-4 skema naratif: Kel. 13:14-16 -imigrasi ke Mesir Im. 25:1-2 -eksodus Bil 23:21-24 -masuk tanah terjanji Ul 6:20-24 Yos. 24:2b-13 Keenam kitab tersebut memiliki ciri-ciri yang sama dalam kesatuan struktural, dan memiliki ketiga bagian tersebut. Meskipun ada yang tidak lengkap, namun pasti ada salah satu struktur yang terkandung didalamnya. “penaklukan dan masuknya orang israel ke Tanah perjanjian merupakan bagian integral dari Pentateukh”. Yosua mesti disatukan dengan kelima kitab sebelumnya. b. Adanya paralelisme (kesamaan) Kel. 14 (penyebrangan Laut Merah) paralel dengan Yos. 3 – 4 (penyebarangan sungai Yordan). Bil.13 (pengintaian) paralel dengan Yos. 2 (pengintaian) Kej.50:25; Kel 13:19 (tentang tulang-tulang Yusuf) paralel dengan Yos. 24:32 (tulang Yusuf). c. Mengapa tetap “Pentateukh” dan bukan “Hexateukh”? Alasan historis: Pentateukh menjadi satu pada abad ke-5 sM, yang terjadi dengan Israel pada masa ini ialah: 1. Masa penjajahan persia/sesudah pembuangan 2. Bebas bebas untuk memiliki “hukum sendiri” (Ezr 7:11-28) Yosua tidak dimasukan kedalam hukum Israel karena didalamnya ada cerita tentang penaklukan Tanah Kanaan. Sehingga bersifat provokatif (tidak sesuai dengan hukum yang akan diberikan kepada penguasa asing/persia) dan tidak lulus sensor (karena mengandung cerita mengenai penaklukan, maka Israel akan dituding sebagai bangsa yang akan memberontak pada suatu saat). 4.2. Tetrateukh Pengertian; tetra = empat (4 kitab). Empat kitab yang merupakan satu kesatuan, kitab bilangan tidak termasuk. Mengapa? Martin Noth: a. Alasan pengulangan Ul.1:9 – 3:20, merupakan ulangan dari Kel 18:13-26. Ul 1:19-33 merupakan ualngan dari Bil 13:1-33 b. Alasan pengantar Ul 1:6 – 3:29 = Pengantar pada kitab sejarah (Yos, 1 – 2 Sam, 1 – 2 Raj) Ul – Raj berbicara mengenai sejarah keselamatan yang berakhir dengan runtuhnya kerajaan selatan. Ulangan berisi tentang tema kesetiaan pada hukum yang merupakan kriteria dasar untuk mengevaluasi sejarah Israel dan nabi-nabi awal (Yos – 2 Raj). Tanggapan terhadap M. Noth: Ulangan memang ditambahkan kemudia tetapi pengulangan bukan berarti tanpa maksud. Ulangan menciptakan kesatuan baru yang mengedepankan teologi baru tentang sejarah bangsa israel. – pembuangan adalah akibat dati ketidaksetiaan dan ketidakkudusan dari bangsa Israel.

1 komentar: